Vaksin Astrazeneca Mengandung Babi, Mui

Dengan catatan bahwa hukum boleh ini sifatnya sementara sampai ada vaksin baru yang statusnya halal dan thayyib. “Berdasarkan knowledge yang diberikan Sinovac, bahan yang menyangkut bahan aktif atau pendukung menunjukkan tidak mengandung babi,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito saat rapat dengan Komisi IX DPR, 17 November lalu. Dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (6/12), vaksin virus corona tersebut tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, dalam proses akhir pembuatan vaksin, bahan-bahan najis tersebut harus dipisahkan. Sebelumnya, MUI menyatakan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung enzim babi.

Dengan demikian, terjamin kualitas keamanan terjamin di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan dan memenuhi standar internasional. Kemudian, dia melanjutkan, vaksin COVID-19 Sinovac hanya mengandung virus-virus yang sudah dimatikan. Dengan demikian, dipastikannya tidak ada satupun virus yang hidup atau sebatas dilemahkan dalam vaksin COVID-19 buatan Sinovac tersebut. Korea Selatan sendiri sudah memiliki kesepakatan untuk memproduksi vaksin virus secara lokal yang dikembangkan oleh AstraZeneca, Novavax, dan Sputnik V. Rusia. “Laporan yang diterima sampai saat ini, uji klinis berjalan dengan lancar dan tidak diperoleh laporan efek yang berat.

Dia menjelaskan, MUI menyatakan haram karena memang vaksin astraZeneca itu pembuatan inang virusnya menggunakan tripsin dari pankreas babi. Menurut dia, dokumen itu sudah cukup untuk tidak meneruskan audit lapangan. Fasilitas produksi di pabrik China juga suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin covid-19. Sedangkan dalam hal peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin di PT. Bio Farma dipandang telah memenuhi ketentuan pencucian secara syar’i (tathhir syar’i). Hal itu disampaikan Menag Yaqut seusai memantau langsung proses bongkar muat 15 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac, Menag memastikan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac halal dan suci sesuai dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia .

Vaksin Sinovac babi

BPOM memastikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang rencananya keluar Desember 2020, akan mundur ke Januari 2021. “Karena covid-19 dan vaksin ini kondisinya darurat, maka walaupun vaksin itu mengandung senyawa zat babi yang haram, maka boleh digunakan selama itu untuk kebaikan atau pengobatan,” jelasnya. Pasalnya, bagi masyarakat yang memeluk agama Islam, babi merupakan salah satu hewan yang dilarang untuk dikonsumsi alias haram. Hal ini juga yang menjadi alasan, mengapa vaksin asal Inggris tersebut ramai diperbincangkan. Jika menemukan kecocokan, sel T menjadi aktif dan membantu merekrut sel kekebalan lain salah satunya sel B untuk memerangi virus.

Jangan menyebarkannya, karena akan menghalangi kinerja dari tim satgas covid-19. Baru-baru ini sebuah narasi menyebut bahwa vaksin asal China Sinovac, yang dikembangkan untuk menangkal COVID-19 akibat virus SARS-Cov-2 itu, mengandung babi hingga racun, demikian pesan yang beredar di berbagai media jejaring sosial. Dikutip darimedcom.id, klaim Vaksin Corona dari Tiongkok mengandung babi adalah salah. Faktanya, Bio Farma memastikan Vaksin Sinovac dari Tiongkok tidak mengandung gelatin babi dan sertifikasi halalnya sedang diproses oleh Majelis Ulama Indonesia . PT Bio Farma telah mendapatkan surat pernyataan dari Sinovac Biotech Ltd. bahwa vaksin yang diproduksi tidak mengandung gelatin babi.

Vaksinasi dengan AstraZeneca pun akan tetap berlanjut, tetapi menggunakan kumpulan produksi lain, CTMAV516, yang sekarang tersisa 3.000 dosis. Penyuntikan dosis kedua AstraZeneca seharusnya dimulai pekan ini sejak digunakan di Sulut pada Maret 2021. Saat itu, rentang waktu pemberian dosis pertama dan kedua hanya dua bulan.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia. Pemadaman kebakaran kesehatan masyarakat selama pandemi hampir tidak mungkin dilakukan ketika alat utama untuk memadamkan api tidak tersedia selama 12 bulan pertama. Ada cara untuk memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung tripsin _porcine_. Salah satunya dengan mendeteksi keberadaan residu DNA dari hewan yang ditargetkan dengan metode qPCR. Tanggung jawab BPOM adalah meregulasi dan mengawasi obat dan makanan untuk melindungi publik atau konsumen, bukan demi kepentingan produsen atau peneliti obat. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebesar sixty four,2 juta orang atau 99,9% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia dengan daya serap tenaga kerja mencapai 117 juta pekerja atau 97% dari whole pekerja.

Anda mungkin memiliki beberapa kondisi kesehatan yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut sebelum menerima vaksinasi. Program Vaksinasi COVID-19 milik Grab dan Good Doctor ini diperuntukkan untuk lansia, mereka yang berusia 60 tahun ke atas pada saat hari pelaksanaan vaksinasi. Nantikan information selanjutnya untuk jadwal pelaksanaan vaksinasi ke-2.Anda akan mendapatkan pengumuman melalui SMS/WhatsApp/Email dari tim operasional Good Doctor maksimal H-1.

Untuk pihak ke tiga diberi kebebasan menentukan mana yang terbaik bagi dirinya. Pilihan terbaik dipilih setelah mengetahui alasan hukum dan proses penggalian hukum yang dilakukan. Adapun penggunaan vaksin AstraZeneca yang haram ini atas dasar pertimbangan kemendesakan yang berskala nasional maka diperbolehkan .

Nim