Soal Vaksin Astrazeneca, Ma’ruf

“MUI dihadapan hukum dan Allah serta seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk menyatakan suci dan halal tentang vaksin ini,” kata Cholil Nafis. “Jika khawatir urusan klinis kesehatan, BPOM sudah memberikan izin (penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac) kemarin. Jika urusannya kehalalan, MUI sudah mengeluarkan fatwa (vaksin Covid-19 Sinovac halal). Jadi, tidak ada alasan untuk meragukan,” tutur Kang Emil. Adapun proses sertifikasi halal ini juga sudah berjalan di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal . Ada tujuh proses yang harus dilalui, yaitu permohonan, pemeriksaan, penetapan, pengujian, pengecekan, fatwa, terakhir, yakni penerbitan sertifikasi halal. Menurut hasil penelitian yang dikutip oleh perusahaan, penggunaan vaksin juga dapat mengurangi hingga dua per tiga tingkat penularan penyakit. Hal ini bisa menjadi bencana jika tidak ada keterlibatan komunitas yang kuat dari pemerintah dan petugas kesehatan, kata Rashid.

Vaksin COVID-19 diharapkan menjadi penentu dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini, dan seluruh negara di dunia sedang melakukan upaya yang sama. Di sisi lain, permintaan sertifikasi halal untuk produk dan perusahaan disebut telah mengalami peningkatan. Berdasarkan data tahun 2018 sampai 2020, tercatat jumlah produk bersertifikasi halal di MUI Pusat meningkat. Di lain hal, MYEG Malaysia telah menandatangani kesepakatan dengan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutival China untuk melakukan uji klinis Tahap 3 di Malaysia dan untuk mendapatkan sertifikasi halal, berdasarkan standar DSM Malaysia.

Apakah vaksin covid halal

Amirsyah menjelaskan, untuk aspek thoyyib, biasanya Badan Pengawas Obat dan Makanan yang akan menetapkan. Azhar menilai vaksinasi upaya dalam menekan penyebaran Covid-19 agar masyarakat memiliki daya tahan tubuh dari virus tersebut. “Dari sisi manfaatnya vaksin itu aman dan halalan thayyiban dari sisi agama atau baik dari sisi kesehatan,” ujar azhar. Virus corona sangat cepat menular dan menyebabkan kerusakan fisik dan materials yang mengerikan.

Semua itu demi memebuhi kebutuhan dosis vaksin yang dibutuhkan di dalam negeri. Oleh karena itu, meskipun proses pembuatannya melibatkan enzim yng berasal dari babi, namun vaksin ini tidak membahayakan penggunanya setelah disuntikkan ke dalam tubuh. Bahkan, banyak juga negara yang tidak memiliki kapasitas cukup untuk bisa mengamankan sejumlah vaksin dikarenakan faktor perekonomian negara tersebut. Untuk itu, vaksinasi perlu diberikan untuk meningkatkan keselamatan individu, dan dalam konteks yang lebih luas adalah keselamatan masyarakat dunia.

Virus corona tersebut disiram dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolactone agar mati dan tidak bisa bereplikasi. Meskipun virus tersebut terbunuh, protein spike yang menyelubungi badan virus tetap utuh. Uji klinik fase three yang dilakukan di Bandung menunjukkan bahwa Sinovac memiliki tingkat efikasi mencapai sixty five,three persen. Sementara dalam uji klinik di Turki dan Brazil, efikasi vaksin Sinovac mencapai 91,25 persen dan seventy five persen.

Nim