Kenali Perbedaan Vaksin Sinovac Dan Astrazeneca, Teknologi Hingga Efek Sampingnya

“Jika Anda mengembangkan gejala tambahan yang tidak terkait dengan vaksin seperti sakit leher, diare, sesak napas, atau batuk, maka itu harus ditindaklanjuti,” lanjut Dr Jain. “Dan kemungkinan akan disertai dengan gejala lain yang sering dilaporkan, seperti nyeri di tempat suntikan dan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak sisi yang disuntik,” kata dia. Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, demam adalah efek samping yang umum.

“Dengan menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, tubuh Anda akan tiga kali lebih kuat proteksinya dalam melawan virus penyakit dibandingkan mereka yang tidak divaksin. Ini akan membantu dalam proses percepatan penyelesaian pandemi.” pungkasnya. dr. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi menegaskan efek samping vaksin merupakan hal yang wajar terjadi. Erlina mengatakan dalam uji klinis, kebanyakan efek samping bersifat ringan hingga sedang dan hilang dalam beberapa hari. Dilansir dari well being.detik.com, mengantuk menjadi salah satu keluhan yang banyak dirasakan oleh para penerima vaksin Covid-19. Ketua riset uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac, Prof Dr Kusnadi Rusmil, SpA, MM, memberikan penjelasan tentang reaksi yang banyak dikeluhkan para penerima vaksin ini.

Selanjutnya, akan dilanjutkan suntikan kedua untuk memperkuat respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respon antibodi yang cepat dan efektif dimasa yang akan datang. Sejak vaksinasi pada 14 Januari lalu, tidak ada laporan efek samping dari Vaksin Covid-19 dari Sinovac. Selain itu, sehabis menerima vaksin setiap orang juga diminta menunggu sekitar menit untuk melihat reaksinya.

Ia menegaskan, vaksin Sinovac juga telah dinyatakan aman untuk lansia, di atas 60 tahun. Hidrasi yang cukup dan istirahat juga dapat bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca-vaksinasi. Akan tetapi, efek samping lain dapat menjadi isyarat kita untuk memeriksakan diri ke dokter. Dr Jain mengatakan, kita tak perlu melihat demam pasca-vaksinasi dalam konteks efek samping yang lain untuk mengetahui kapan demam itu perlu dikhawatirkan.

Tapi WHO kemudian menyatakan, tidak merekomendasikan Remdesivir, karena tidak menunjukkan keampuhan signifikan pada pasien Covid-19. Untuk itu Wiku meminta masyarakat tidak perlu ragu terhadap efektivitas vaksin. Karena standar efikasi vaksin telah melampaui standar minimal nyang ditetapkan sebesar 50 persen. Penetapan standar ini dilakukan World Health Organization , Food and Drugs Association di Amerika Serikat maupun European Medicine Agency di wilayah Eropa. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, CoronaVac, proses penyuntikan vaksin dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, thirteen Januari 2021 pukul 10.00 WIB tadi. Vaksin yang diproduksi menggunakan metode ini, biasanya memerlukan beberapa kali suntikan atau pemberian untuk bisa memberikan kekebalan jangka panjang.

Efek samping dari vaksin Sinoviac

Untuk diketahui, pemerintah menyatakan siap menjamin kalau terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau efek samping yang berbahaya akibat vaksinasi covid-19. “Sampai sejauh ini dari yang sudah suntikan kedua, keluhan oleh karena suntikan itu bisa dibilang minimal. Paling panas badan sedikit, nyeri di tempat suntikan seperti kita imunisasi biasa,” kata Kusnandi, Kamis (5/11). Butuh waktu bagi tubuh Anda untuk membangun perlindungan setelah vaksinasi apa pun. Vaksin Covid-19 yang membutuhkan dua suntikan mungkin tidak melindungi Anda sampai satu atau dua minggu setelah suntikan kedua. Anda harus mendapatkan suntikan kedua Anda sedekat mungkin dengan interval 3 minggu atau 1 bulan yang direkomendasikan.

Nim