Bahaya Dosis Vaksin Sinovac Dan Vaksin Astrazeneca Jika Masuk Tubuh Yang Sama, Begini Penjelasan Pemerintah

Hasil evaluation pada pertemuan Europe Medicines Agency yang dilaksanakan pada 18 Maret 2021 juga memberikan hasil bahwa manfaat vaksin dalam penanganan COVID-19 lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Faktanya, dilansir dari Kompas.com yang mengutip dari Apnews.com, Juru Bicara AstraZeneca mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak menggunakan sel MRC-5 dalam pengembangan vaksinnya. Sel yang digunakan AstraZeneca saat ini dalam memproduksi vaksin Covid-19 yakni kloning sel TREX 293 Ginjal Embrio Manusia yang berasal dari tahun 1973, bukan jaringan janin asli. Vaksin AstraZeneca dan Oxford mengandalkan Virus flu simpanse yang tidak berbahaya untuk membawa protein lonjakan Virus Corona ke dalam tubuh untuk menciptakan respons imun. “Persentase efek samping Pfizer itu 1,5 persen dan Moderna sebesar four, persen. Sementara, vaksin Sinovac hanya memiliki efek samping 0,1 persen ,” ujar dr. Tolhas melalui keterangan resmi yang diterima MNC Portal.

Ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB. Dari beberapa jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, vaksin AstraZeneca dan Sinovac jadi dua jenis vaksin yang banyak dipakai karena ketersediaan dosisnya. Indonesia dilaporkan sudah mengamankan sekitar 6 juta dosis vaksin AstraZeneca dan 68 juta dosis vaksin Sinovac. Guna mengetahui penyebab kematiannya, akhirnya keluarga Trio menyetujui saran Komnas KIPI untuk melakukan autopsi.

Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia telah memperingatkan penggunaannya pada orang dengan gangguan pembekuan darah. Akan tetapi, jika memang bayi perlu dimandikan pada sore atau malam hari, dianjurkan untuk menggunakan air hangat. Bukan cuma itu, tentunya mandi air dingin di waktu ini juga punya banyak manfaat lain. Misalnya, membantu memperkecil pori-pori kulit, mempercepat metabolisme tubuh, hingga meningkatkan kekebalan sistem tubuh. Tak hanya itu, membersihkan diri menggunakan air hangat di malam hari juga memiliki manfaat lain seperti mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda bisa mencoba berendam air hangat menggunakan aromaterapi sebagai relaksasi.

Hal itu dilakukan sebagai cara ampuh untuk menekan angka Covid-19 di Indonesia. Akhirnya, selain Sinovac yang telah lebih dulu diberikan, kini ada AstraZeneca. Vaksin AstraZeneca disebut-sebut efektif dalam melawan virus corona dan varian baru. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang soal meninggalnya Trio. KABAR PRIANGAN – Vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca tidak boleh disuntikan ke dalam tubuh yang sama.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Jika Anda mengalami ketidaknyamanan setelah vaksinasi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi efeknya. Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com,klaim soal kandungan vaksin AstraZeneca yang diwaspadai dan menimbulkan efek samping tidak tepat. Menurut Greinacher, ini menunjukkan bahwa mereka yang mengalaminya memiliki beberapa faktor lain yang membuat mereka rentan terhadap penggumpalan darah.

Batch produk vaksin Covid-19 AstraZeneca yang datang ke Indonesia berbeda dengan batch produk yang diduga menyebabkan pembekuan darah dan diproduksi di fasilitas produksi yang juga berbeda. EMA menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca untuk Covid-19 tidak terkait dengan adanya risiko pembekuan darah secara keseluruhan pada mereka yang menerimanya. Selain itu, tidak ditemukan adanya bukti persoalan yang terkait dengan batch tertentu dari vaksin atau lokasi produksi vaksin. Dari sisi perizinan, dua versi vaksin AstraZeneca untuk Covid-19 telah masuk dalam daftar vaksin yang digunakan dalam kondisi darurat (Emergency Use Listing/EUL).

Pemerintah, kata Nadia, akan berusaha meningkatkan kecepatan penyuntikan vaksin COVID-19 dari semula 500 ribu penyuntikan per hari menjadi satu juta penyuntikan per harinya. “Ke depan, kita akan terus tingkatkan kapasitas vaksinasi kita sehingga dapat segera mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity yang kita inginkan sehingga kita keluar dari pandemi COVID-19,” kata Nadia. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunizattion , Sri Rezeki Hadinegoro, memastikan bahwa vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca aman untuk digunakan. Perkembangan itu terjadi pada hari yang sama ketika AstraZeneca dan delapan pembuat obat lainnya mengeluarkan janji yang tidak biasa, bersumpah untuk menjunjung standar etika dan ilmiah tertinggi dalam mengembangkan vaksin mereka. Dr. Ashish Jha dari Brown University mengatakan melalui Twitter bahwa signifikansi interupsi tidak jelas tetapi dia “masih optimis” bahwa vaksin yang efektif akan ditemukan dalam beberapa bulan mendatang.

Vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk menghentikan pandemi secara world. Tentunya dengan kombinasi 3M atau mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker. Vaksin lebih bersifat inner karena menyiapkan dan memicu sistem imun untuk melawan jika suatu saat terpapar virus corona. Bila pandemi bisa berhenti, dampaknya adalah kehidupan akan kembali normal, seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan banyak sektor lain yang selama pandemi terpukul. Vaksin Covid-19 dari J&J dan AstraZeneca menggunakan adenovirus, kelas virus flu biasa yang tidak berbahaya, untuk memasukkan protein virus corona ke dalam sel-sel di dalam tubuh dan memicu respons imun.

“Walau kami mendapat laporan soal pembekuan darah terjadi usai vaksinasi COVID-19 dengan produk AstraZeneca dilakukan, tidak ada bukti pasti hal itu disebabkan vaksinasi. Dan, itu kasus yang sangat langka dan unik,” ujar Ghebreyesus. Mengacu pada kabar sebelumnya, kurang lebih ada 30 kasus pembekuan darah yang terjadi usai vaksinasi. WHO dan EMA beserta otoritas kesehatan lainnya di beberapa negara mengatakan seluruh orang tetap harus divaksinasi. Selain itu, potensi bahaya yang ditimbulkan oleh covid-19 juga dapat ditekan dengan berlangsungnya imunisasi. Mereka menangguhkan penggunaan vaksin tersebut yang akan berlangsung selama dua minggu.

Nim